08.03
Unknown
Lesung Batu yang ada di Suku Toundanouw/Tonsawang berkisar + 36 Lesung, namun yang baru ditemukan sekitar 10 Lesung Batu dan salah satunya adalah Lesung Batu yang berada di Kec. Touluaan Kab. Minahasa Tenggara tepatnya di Perkebunan "BALAO".
01.28
Unknown
Salah satu peninggalan leluhur yang berada di Suku Tonsawang yaitu Lesung Batu milik Nawo / Dotu Datumbanua yang terletak di Desa Tombatu Satu Kecamatan Tombatu Kabupaten Minahasa Tenggara "Katuahan".
|
|
Lesung Nawo / Dotu Datumbanua
|
Nawo / Dotu Datumbanua yang beristrikan perempuan bernama Subanen dipercayai adalah sosok yang semasa hidupnya telah merancang pertanian yang berada di Tombatu / Betelen, dan dapat kita lihat hingga kini bila mengunjungi Wanua Tombatu , dan konon cerita lesung ini sempat jatuh ke bawah bukit dan pada gambar tersebut diatas adalah tempat dimana lesung tersebut berada sekarang setelah diangkat dari bawah bukit dan hal ini dipercayai adalah awal mula keberadaan Suku Tonsawang mulai terangkat / dikenal oleh suku lain.
Nawo Datumbanua juga dipercaya adalah Dotu yang sering berkeliling keberbagai benua (Hal ini yang menggambarkan namanya Datumbanua) dan dari kunjungannya inilah sehingga mendapatkan inspirasi untuk merancang pertanian yang berada di Wanua Betelen / Tombatu.
18.54
Unknown
Dalam kehidupan Minahasa yang mengedepankan Filosofi "Sitou Timou Tumou Tou" yang berarti Torang Samua Basudara terlihat dari prilaku dimana walaupun berbeda suku Namun karena telah dipersatukan dalam ikatan perkawinan maka rasa saling memiliki serta memelihara dan mearawat juga melestarikan Budaya dan peninggalan dari leluhur harus nampak dan diterapkan.
Salah satu contoh dimana Anak suku Tonsawang yang kawin dengan Anak Suku Tountemboan bersama-sama membersihkan lesung milik nawo Rana yang berada di Wanua Raanan Baru Kec. Motoling Barat Kab. Minsel.
 |
| Anak Suku Tonsawang & Tountemboan |
 |
| Lesung Nawo / Dotu Rana |
Keberadaan Lesung dari Nawo Rana tersebut berada di Wanua Raanan Baru Tepatnya di Kebun Sawah Woyong Boong, sebelumnya tempat ini sudah tidak terawat lagi (Tidak terurus) nampak seperti foto dibawah ini dimana sekeliling dari Lesung telah ditumbuhi banyak rumput serta Lesung tersebut ditutupi dengan atap seng :
 |
| Keadaan Lesung Sebelum dibersihkan |
Ini merupakan pelajaran buat kita, terutama bagi anak Minahasa yang di wilayah tempat tinggal terdapat Situs Budaya peninggalan dari para leluhur, marilah dijaga, dirawat dan lestarikan " karena kalau bukan kita siapa lagi yang akan melakukannya ??? apakah harus menunggu orang dari luar ???
Nawo Rana adalah cikal bakal dari Wanua Raanan. RANA dalam bahasa Tua Minahasa berarti Padi, dan dari cerita rakyat yang berada di Wanua Raanan Baru menceritakan bahwa " Wanua Raanan yang berasal dari Pokok Kata Raan yang artinya padi yang sudah lama
disimpan, yang dipanen pada beberapa masa panen yang lalu belum habis
terpakai. Hal ini merupakan gambaran tentang kelimpahan pangan yang
dinikmati orang orang raanan di masa itu".
Keadaan Lesung Dotu Rana setelah dibersihkan :